Monday, 27 January 2014

Pengenalan dan Cara main al banjari


belajar musik al-Banjari.
Akan tetapi bukan itu yang akan
saya sampaikan, Al-Banjari, suatu musik
yang menggunakan empat rebana atau
terbang dengan satu alat rebana yang
disebut Bass sebagai komposisinya, kalian
mungkin sudah pernah menyaksikan
Tabligk agbar dal-Banjari di kota anda dan
mengetahui komposisi serta alat tersebut,
atau mungkin anda mempunyai group sendiri ?.
Tapi sejatinya tahukah Anda asal dari
musik al-Banjari ?
Kita mungkin hampir berkali-kali
melihat kontes al-Banjari,
terutama di jawa ini, dan banyak sekali
group yang beraliran musik al-Banjari, tapi
mungkin mereka pun belum tentu memahami
dari mana asal dari Al Banjari.
Memang masih simpang siur, dari
manakah asal al Banjari yang benar. Dari
beberapa sumber yang saya dapatkan, Al
Banjari, Kesenian rebana atau terbang
adalah sebuah kesenian khas islami yang
berasal dari daerah Kalimantan, dan
tentunya masih mempunyai keterkaitan
sejarah pada masa penyebaran agama
Islam oleh Wali Songo di Pulau Jawa. Tidak
bisa dipungkiri di dalam sejarah bahwa
dengan kesenian-lah Wali Songo mampu
mengislamkan hampir seluruh penduduk Pulau
Jawa. Jadi tidak heran jika para habib atau
ustadz dan kyai jaman sekarang
membudayakan kesenian rebana dalam
mengiringi dakwahnya.
Musik Sederhana.
                Dengan komposisi empat rebana
terbang dan satu rebana Bass, al-Banjari
mempunyai keunikan yang sederhana yaitu
pada saat memainkannya, dimana setiap
pukulan pemain yang satu berbeda dengan
pukulan pemain yang lain namun saling
melengkapi, jadi tiap tiap pemain harus
menjaga egonya dalam memukul supaya
harmonis.
                Pada dasarnya ada dua jenis
pukulan al-Banjari, yaitu Pukulan Nikahi
dan Pukulan Nganaki. Dan banyak sekali
variasi pukulan yang didapat seiring dengan
semakin berkembangnya al-Banjari.
Sebagai contoh adalah berikut :
Cara memukul alat al-Banjari yaitu :
D adalah pukulan Duk ( posisi pukulan
telapak tangan agak ke tengah rebana )
T adalah pukulan Tak ( posisi pukulan telapak
tangan agak ke pinggir rebana )
Pukulan Nikahi atau umum
disebut Lanangan
D T  D D  T, DT (pukulan awal sebelum
lagu)
T DD TTTD T (pukulan diulang-ulang
pada bait lagu)
(pukulan selingan/variasi di sela-sela bait
lagu)
TD  TTTT  TTTD  DDDD  DDDD
TTT D  TTTT TTT  D TTTD
(pukulan untuk bait Reff atau Backing
Vocal)
T T T  TTTT TTT  D TTTT  TTT D TTTD
Pukulan Nganaki
disebut Wedokan
D T,  D D T,  DTT (pukulan awal
sebelum lagu)
DDDT TDTT (pukulan diulang-ulang
pada bait lagu)
(pukulan selingan/variasi di sela-sela bait
lagu)
TDTT TTTT  TDDD  DDDD DDTT
TTDT TTTT  TDTT TTDT TD
(pukulan untuk bait Reff. atau Backing
Vocal)
T TTTT TTDT   TDTT TTDT TDTT TTDT
TD
kembali ke .... pukulan bait lagu
Selain variasi pukulan diatas dapat pula
dicoba variasi pukulan berikut :
Pukulan Nikahi
disebut Lanangan
D T  D D  T, DT (pukulan awal sebelum
lagu)
T DD TTTD T (pukulan diulang-ulang
pada bait lagu)
(pukulan selingan/variasi di sela-sela bait
lagu)
TD  TTTT  TTTD  DDDD  DDDD
TTT D  TTTT TTT  D TTTD
(pukulan untuk bait Reff atau Backing
Vocal)
T T T  TTTT TTT  D TTTT  TTT D TTTD
kembali ke .... pukulan bait lagu
Pukulan Nganaki
disebut Wedokan
D T,  D D T,  DTT (pukulan awal
sebelum lagu)
DDDT TDTT (pukulan diulang-ulang
pada bait lagu)
(pukulan selingan/variasi di sela-sela bait
lagu)
TDTT TTTT  TDDD  DDDD DDTT
TTDT TTTT  TDTT TTDT TD
(pukulan untuk bait Reff. atau Backing
Vocal)
T TTTT TTDT   TDTT TTDT TDTT TTDT
TD
kembali ke .... pukulan bait lagu
Berbagai aliran sudah banyak bermunculan
yang didasari musik al-Banjari, mulai
dengan tambahan instrumen gamelan, jidor,
atau bahkan yang dikombinasikan dengan
alat musik modern, seperti drum, keyboard,
gitar dan sebagainya.
Masyarakat pun sudah banyak
mengenal dimana berbagai acara seperti
pernikahan, khitanan, pengajian maupun. Sholawatan
acara-acara yang lain sudah sangat sering
mendatangkan group-group banjari untuk
mengisi acara tersebut. ini dimaksudkan
agar memberikan suasana baru dalam
khanasah musik islami.
Al-Banjari juga mampu eksis
dan terkenal ini dibuktikan dengan banyak
pula kaset-kaset atau VCD yang menjual
album dari musisi beraliran al-Banjari, dan
jangan heran kalau diacara televisi
sekarang banyak bermunculan para dai atau
ulama yang berdakwah dengan iringan
musik al-Banjari. Karena memang sesuai
dan tepat untuk memberikan tontonan dan
hiburan serta berbaur dengan dakwa atau dai dan ada
pula group-group al-Banjari yang beredar
dan eksis serta mengeluarkan album
bernuansa islami. Contohnya adalah Duta
Sholawat Group, yang mempunyai album
hingga 4 edisi. Selain itu, banyak pula
lomba-lomba dan festival Sholawat al-
Banjari yang diadakan di kota Santri ini.
Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten,
hingga tingkat propinsi. Ini menandakan
bahwa al-Banjari sudah sedemikian
merambah kawula muda, dan masyarakat
umum di Kota kita
Mungkin inilah saatnya, pemuda
tak hanya kenal aliran musik yang
bernuansa modern, warisan dari para
Walisongo pun layaklah kita kedepankan
sebagai sarana media dakwah, hiburan dan
tentunya pembelajaran yang islami bagi
generasi muda untuk lebih mengenal dunia
musik yang beraneka ragam.
Bagaimana dengan Anda ?
Pembaca berminat untuk belajar al-
Banjari. ?
Mari Senandungkan Sholawat untuk
Mengagungkan Asma Allah dan Sanjungan
kepada Nabi Muhammad SAW. Shollu ‘Alan
Nabi Muhammad.

No comments:

Post a Comment